RAIHLAH KEBAHAGIAAN SEJATI |
» ARTICLE » RAIHLAH KEBAHAGIAAN SEJATI

RAIHLAH KEBAHAGIAAN SEJATI

RAIHLAH KEBAHAGIAAN SEJATI :Dipetik dari Kitab La Tahzan

oleh: Dr ‘Aidh Abdullah Al-Qarni

Kebahagiaan yang abadi dan sempurna adalah kebahagiaan yang hakiki. Apa yang dimaksudkan dengan abadi adalah kebahagiaan itu tetap bertahan mulai dari dunia hingga di akhirat kelak, mulai dari alam ghaib hingga di alam kenyataan, mulai hari ini dan esok. Sedangkan yang dimaksudkan dengan sempurna    adalah ketika kebahagiaan itu tidak dirosak oleh kesengsaraan dan tidak dicemari oleh amanah.

 

Diceritakan An-Nu’man bin Al-Mundzir, raja negeri Iraq, sedang duduk di bawah sebatang pohon sambil melihat-lihat pemandangan dan menikmati minuman keras. Adi bin Zaid  seorang yang sangat bijak mempunyai keinginan menasihatinya. Katanya: “Paduka Raja, tahukah anda apa yang dikatakan pohon ini?” Sabf Raja bertanya: “Apa yang dia katakan?” Jawab Adi: “Dia berkata; Banyak kafilah yang mengistirehatkan kenderaannya di sekitar kami sedang mereka meneguk khamar (arak) yang mereka campur dengan air segar, kemudian masa berbalik mempermainkan mereka. Memang demikianlah karakter masa     mengubah suatu keadaan menjadi keadaan yang lain.” Mendengar untaian syair itu, An-Nu’man tersedar, lalu dia meninggalkan   minuman keras dan ia hidup terkapai-kapai hingga ia meninggal dunia.

 

Berlainan pula dengan Syah Iran yang sedang merayakan 2500 tahun berdirinya kerajaan Parsi. Dia merencanakan dengan meluaskan kekuasaan dan wilayahnya. Namun secara tiba-tiba kekuasaannya justeru “dicabut” hanya dalam hitungan malam.  “...Engkau memberikan kekuasaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan mencabut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki... (surah Ali-Imran ayat 26). Nasibnya kemudian sangat menyedihkan; diusir dari istananya, rumah-rumah mewahnya dan kenikmatan dunia miliknya; dia mati merana jauh dari negerinya, dalam keadaan bankrap dan tidak ada seorang pun menangisi kematiannya.

 

Meriah Keutamaan Adalah Mahkota Kehidupan Bahagia

 

Untuk mendapatkan kebahagiaan, rasa aman dan ketenangan, maka setiap hamba dituntut untuk melakukan nilai-nilai keutamaan, sifat-sifat mulia dan tindakan-tindakan yang baik. “Kerjakanlah selalu apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah.” Al-Hadis

 

Pernah seorang sahabat meminta Rasulullah s.a.w agar kelak di syurga ia menjadi temannya. Maka Rasulullah s.a.w pun bersabda yang bermaksud: “Perbanyakkanlah sujud, sebab setiap kali engkau sujud kepada Allah, maka Allah akan mengangkat darjatmu satu tingkat.” Sahabat yang lain meminta satu kebaikan yang sudah mencakupi seluruhnya. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Selalulah lidahmu basah dengan berzikir kepada Allah.”

 

Sedangkan sahabat yang ketiga meminta kebaikan yang serupa, Rasulullah s.a.w mengatakan: “Janganlah sekali-kali engkau mencaci seseorang dan jangan pula kau gunakan tanganmu untuk memukul orang. Jika seseorang mencacimu dengan apa yang diketahuinya tentang dirimu, janganlah engkau balik mencacinya dengan apa yang engkau ketahui tentang dirinya. Jangan pula sekali-kali engkau meremehkan satu kebaikan pun meski sekadar menuangkan (air) dari timbamu ke timba seseorang yang memerlukan air.”

 

Dalam konteks berburu, keutamaan yang diperlukan adalah kecepatan dan tindakan yang segera. Sabda Rasulullah s.a.w: “Segeralah melakukan amal soleh (sebelum kalian disibukkan dengan) berbagai fitnah.” (al-Hadith) “Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain.” (al-Hadis)

 

                 Firman Allah s.w.t: “Bersegeralah kalian kepada ampunan Tuhan kalian dan kepada syurga...” (surah ali-Imran ayat 133). “...sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam melakukan kebaikan... (surah al-Anbiya’ ayat 90).

 

Justeru, janganlah kita membuang waktu untuk melakukan kebaikan. Jangan kita menunda-nunda waktu untuk melakukan perbuatan yang baik dan jangan selalu menghulurkan waktu untuk meraih keutamaan.

 

“Degup jantung seseorang

Seakan-akan berbicara kepadanya

Bahawa sesungguhnya hidup ini

Terdiri dari minit-minit dan detik-detik.”

 

 

Date of Input: 02/10/2018 | Updated: 02/10/2018 | fahmi_mukhid

MEDIA SHARING


Universiti Putra Malaysia
43400 UPM Serdang
Selangor Darul Ehsan
0389468588
0389483742
C1539753618